Hindari Tarif Tinggi UE, Produsen Mobil China Genjot Penjualan Hybrid

Sementara PHEV seperti BYD Seal U hanya dikenakan bea masuk 10 persen, atau sekitar 3.999 euro (Rp76,5 juta) dari harga awal 39.999 euro.

Situasi lebih berat dialami SAIC, pemegang merek MG, yang terkena tarif tertinggi UE hingga 45,3 persen untuk mobil listriknya.

BACA JUGA: Hyundai Catat 3.017 SPK di GIIAS 2025, Stargazer Cartenz Langsung Raih Gelar Favorit

Dampaknya, penjualan EV MG di Eropa anjlok 60 persen dalam enam bulan pertama 2025.

Namun, pendaftaran untuk model hybrid seperti MG HS, MG ZS, dan MG 3 justru meningkat tajam.

“Cepat atau lambat, produsen China akan mengubah strategi setelah adanya tarif khusus ini demi menjaga keuntungan mereka di Eropa,” ujar Direktur Pusat Penelitian Otomotif Jerman, Beatrix Keim.

Komisi Eropa sendiri mengaku menyadari celah yang dimanfaatkan produsen China, namun masih optimis persoalan ini bisa diselesaikan lewat jalur negosiasi dengan para pemain otomotif Negeri Tirai Bambu.

Sumber: Antaranews.com