Kalimantanlive.com – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell dalam pidatonya di simposium Jackson Hole memberi sinyal kebijakan yang relatif tidak terlalu agresif.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah terjadi seiring melemahnya dolar AS pasca pernyataan Powell.
BACA JUGA: Harga Emas Pegadaian Kompak Naik: Antam Tembus Rp2 Juta per Gram
“Rupiah berpotensi terus menguat karena prospek pemangkasan suku bunga The Fed semakin terbuka setelah pidato Powell yang relatif lebih dovish,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Mengutip Anadolu, Powell mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September 2025. Ia menekankan adanya risiko inflasi yang meningkat namun di sisi lain pasar tenaga kerja juga berpotensi melemah.










