TERNYATA! Penculik Kacab Bank BUMN Hanya Terima DP Rp50 Juta, Aktor Intelektual Masih Misterius

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Fakta baru mencuat dari kasus penculikan dan pembunuhan tragis Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37). Empat pelaku utama, yakni AT, RS, RW, dan RAH, ternyata hanya menerima uang muka (DP) kurang dari Rp50 juta untuk aksi keji tersebut.

Kuasa hukum mereka, Adrianus Agau, mengungkapkan kliennya diiming-imingi bayaran puluhan juta rupiah oleh seseorang. Namun hingga kini, siapa dalang yang menjanjikan bayaran itu masih dirahasiakan penyidik.

# Baca Juga :RUSUH DI SENAYAN! Demo 25 Agustus Ricuh: Pos Polisi Hancur, Tol Ditutup, KRL Lumpuh Total

# Baca Juga :Skandal Kuota Haji! 8.400 Calon Jemaah Antre 14 Tahun Gagal Berangkat Gara-Gara Korupsi Rp1 Triliun

# Baca Juga :Sejarah Baru! Bocah 16 Tahun Rio Ngumoha Jadi Pahlawan Kemenangan Liverpool 3-2 Atas Newcastle

# Baca Juga :TERUNGKAP! Penculik Kacab Bank BUMN Ngaku Dapat Perintah Buang Mayat, Dibayar di Bawah Rp50 Juta

“Mereka baru menerima DP yang jumlahnya tidak lebih dari Rp50 juta. Uang itu pun sebagian sudah disita penyidik,” ujar Adrianus di Polda Metro Jaya, Senin (25/8/2025).

Perintah Gelap dari Sosok Misterius

Menurut Adrianus, kliennya hanya mendapat tugas menjemput paksa korban atas perintah oknum berinisial F.

Awalnya, korban diminta dibawa ke kawasan Jakarta Timur. Namun beberapa jam kemudian, para pelaku dipanggil lagi dengan perintah “mengantarkan pulang” korban. Betapa terkejutnya mereka saat mendapati Ilham sudah tak bernyawa.

“Di situlah mereka kaget, ternyata korban sudah meninggal dunia,” jelas Adrianus.

Kronologi Penculikan Maut

20 Agustus 2025 – Ilham diculik dari parkiran supermarket Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Korban yang mengenakan batik cokelat sempat berusaha melawan, namun dipaksa masuk ke mobil putih.

21 Agustus 2025 – Jasad korban ditemukan di persawahan Karangsambung, Bekasi. Kondisi mengenaskan: tangan dan kaki terikat, mata dilakban, tubuh penuh luka lebam.

Seorang penggembala sapi yang pertama kali menemukan jasad langsung melapor ke aparat.