Akibatnya, orang yang rentan anemia, termasuk ibu hamil, berisiko memperburuk kondisinya jika terlalu sering minum matcha. Kombinasi dengan susu justru bisa makin menghambat penyerapan zat besi karena kandungan kalsiumnya.
Dari sisi keamanan, tanaman teh juga bisa menyerap logam berat seperti timbal, arsenik, dan fluoride dari tanah. Karena matcha menggunakan seluruh bagian daun, potensi paparan zat berbahaya lebih tinggi dibanding teh seduh biasa.
BACA JUGA: 7 Makanan yang Bantu Jaga Tulang Tetap Kuat Hingga Lansia
Karena itu, disarankan memilih matcha organik berkualitas yang telah melalui uji keamanan.
Kandungan kafein tinggi dalam matcha juga berpengaruh pada kualitas tidur. Konsumsi berlebihan, terutama menjelang malam, bisa memicu insomnia.
Pada orang yang sensitif terhadap kafein, matcha bahkan dapat menimbulkan jantung berdebar, rasa gugup, hingga memperburuk gejala kecemasan.
Kesimpulannya, matcha memang menyehatkan jika diminum dalam porsi wajar. Namun, konsumsi berlebihan justru berisiko mengganggu kesehatan.
Batas aman biasanya 1–2 cangkir per hari. Pilih matcha berkualitas, atur porsinya, dan sesuaikan dengan kondisi tubuh agar manfaatnya tetap optimal.
Sumber: Fajarharapan.id







