“Campak adalah penyakit menular yang menyebar lewat kontak fisik. Karena itu, daya tahan tubuh sangat penting dijaga,” tegasnya.
Campak sendiri dapat menyerang semua usia, namun paling rentan menyerang bayi dan balita di bawah 5 tahun. Gejalanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta muncul ruam kemerahan pada kulit yang biasanya diawali di wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.
BACA JUGA: BPBD Balangan dan HSU Perkuat Kerja Sama Penanganan Karhutla di Wilayah Perbatasan
Meski dapat sembuh dengan sendirinya, campak sangat berbahaya karena bisa menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru-paru (pneumonia), diare berat, hingga radang otak (ensefalitis).
“Meskipun begitu, penyakit ini berpotensi outbreak atau menyebar dengan cepat. Oleh karena itu, pengenalan gejala sejak dini sangat penting untuk mencegah penularan,” tambah Sauki.
Ia pun mengimbau seluruh orang tua agar memastikan anak-anaknya mendapatkan imunisasi lengkap serta segera membawa ke fasilitas kesehatan jika menunjukkan gejala campak.
“Jangan menunda vaksinasi dan tetap jaga pola hidup bersih dan sehat. Dengan langkah sederhana ini, kita bisa melindungi anak-anak kita dari risiko campak,” imbaunya.
(Kalimantanlive.com/Kamil)









