KALIMANTANLIVE.COM, JAKARTA – Gelombang protes semakin membesar usai tragedi ojol terlindas rantis Brimob pada demo 28 Agustus 2025. BEM Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana menggelar aksi besar di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025).
Aksi ini disebut sebagai bentuk solidaritas rakyat yang dicederai oleh tindakan represif aparat kepolisian.
# Baca Juga :Harga Token Listrik PLN September 2025: Tarif Masih Sama, Ini Rincian per kWh untuk Rumah Tangga
# Baca Juga :Ojol Diduga Terlindas Rantis Brimob di Pejompongan, BEM UI & BEM SI Kerakyatan Turun Demo
# Baca Juga :Mantan Bupati Tabalong Tersangka Kasus Korupsi Kerja Sama Bokar di Perumda Ditahan ke Rutan Tanjung
# Baca Juga :Chelsea Resmi Capai Kesepakatan Transfer Alejandro Garnacho dari MU
BEM UI: Solidaritas untuk Rakyat
Koordinator BEM UI, Bima, menegaskan bahwa mahasiswa tidak tinggal diam melihat tindakan brutal aparat.
“Ini dilatarbelakangi solidaritas perjuangan rakyat yang diciderai oleh brutalitas aparat kepolisian,” ujarnya.
BEM UI juga memastikan bahwa sedikitnya 150 mahasiswa dari IKM UI sudah terdaftar untuk turun aksi, dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah.
Tuntutan Mahasiswa: Copot Kapolri & Kapolda Metro!
Mahasiswa membawa lima tuntutan utama dalam aksi ini:
Polri bertanggung jawab atas penangkapan, kekerasan, hingga pembunuhan terhadap massa aksi.
Mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolri, yang dianggap tutup mata terhadap tindakan represif.
Menghukum anggota Polri yang melakukan kekerasan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap massa aksi.
Membebaskan massa aksi yang ditahan.
Reformasi institusi Polri, yang dinilai menyimpang dari tugas pokok dan wewenang.









