MENGEJUTKAN! Letusan Gunung Api Bisa Ubah Pola Banjir Dunia, Bikin Wilayah Kering Tiba-Tiba Tergenang

KALIMANTANLIVE.COM – Selama ini, letusan gunung api dikenal sebagai bencana yang bisa menurunkan suhu Bumi. Namun, riset terbaru justru mengungkap fakta mengejutkan: letusan vulkanik juga bisa mengubah pola banjir global.

Fenomena ini tidak hanya terjadi secara lokal di sekitar gunung, tapi juga berdampak pada sistem hujan di seluruh dunia. Akibatnya, kawasan yang biasanya kering bisa mendadak kebanjiran, sementara wilayah basah justru bisa kekeringan.

# Baca Juga :LINK LIVE STREAMING Timnas Putri U16 Indonesia vs Vietnam: Perebutan Tempat Ketiga Piala AFF 2025, Kick Off 15.30 WIB

# Baca Juga :Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob Usai Demo, Gojek Janjikan Santunan untuk Keluarga

# Baca Juga :BEM UI & BEM SI Tuntut Kapolri dan Kapolda Metro Dicopot Usai Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

# Baca Juga :Harga Token Listrik PLN September 2025: Tarif Masih Sama, Ini Rincian per kWh untuk Rumah Tangga

Bagaimana Letusan Gunung Bisa Mengubah Hujan?

Kunci peristiwa ini terletak pada gas sulfur dioksida yang dilepaskan saat letusan besar. Gas ini naik ke stratosfer, membentuk aerosol yang memantulkan sinar matahari. Dampaknya, permukaan Bumi mendingin sementara atmosfer atas memanas.

Perbedaan suhu tersebut memicu gangguan besar pada Inter-Tropical Convergence Zone (ITCZ)—sabuk awan dan badai petir yang menjadi penentu hujan tropis. Saat ITCZ bergeser dari posisi normal, pola curah hujan ikut berubah.

Akibatnya, daerah yang biasanya banjir bisa tiba-tiba kering, dan sebaliknya, daerah kering bisa kebanjiran.

Bukti dari Letusan Gunung Besar

Penelitian tim Princeton University menyoroti beberapa letusan bersejarah:

Santa Maria (Guatemala, 1902) – Letusan di belahan Bumi utara ini membuat wilayah tropis selatan kebanjiran hingga naik 25%, sementara tropis utara justru berkurang banjirnya hingga 35%.

Gunung Agung (Indonesia, 1963) – Letusan di selatan memunculkan efek berlawanan: banjir berkurang di tropis selatan, tapi meningkat di tropis utara.

Pinatubo (Filipina, 1991) – Berbeda dari dua sebelumnya, aerosol tersebar di kedua belahan Bumi. Dampaknya, banjir justru menurun di banyak wilayah tropis, namun hujan meningkat di kawasan kering akibat fenomena monsoon-desert coupling.

Dampaknya Nyata bagi Manusia

Efek ini biasanya paling terasa setahun setelah letusan besar, lalu perlahan memudar. Namun, konsekuensinya bisa sangat serius: banjir bisa melanda wilayah yang sebelumnya tidak pernah dianggap rawan.