Peneliti utama, Gabriele Villarini, menekankan bahwa fenomena ini memberi pelajaran penting di tengah wacana geoengineering—teknologi untuk mendinginkan Bumi dengan meniru efek letusan vulkanik.
“Perubahan iklim bukan hanya soal panas atau dingin, tapi juga soal bagaimana air bergerak di planet ini,” jelasnya.
Peringatan Bagi Dunia
Studi yang dipublikasikan di Nature Geoscience ini mengingatkan kita bahwa ancaman letusan gunung api bukan sekadar lava atau abu. Gas tak kasat mata yang melayang di atmosfer bisa mengubah hujan, sungai, hingga banjir di belahan dunia lain.
Dengan kata lain, satu letusan besar mampu mengguncang sistem air global dan mengubah wajah bencana alam di Bumi.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







