JAKARTA, Kalimantanlive.com – Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menilai pembebasan aturan ganjil-genap dan kecanggihan teknologi menjadi alasan utama kelas menengah atas di kota besar beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).
“Pembebasan BEV dari aturan ganjil-genap di 26 ruas jalan Jakarta sejak 2019, yang diperluas hingga 2025, memungkinkan pemiliknya menghemat waktu perjalanan hingga 20–30 persen saat jam sibuk,” ujar Yannes, Jumat (29/8).
BACA JUAG: Penjualan Mobil Listrik Meroket, BEV Jadi Pilihan Utama Konsumen Indonesia
Selain keuntungan mobilitas, konsumen juga tertarik pada fitur teknologi BEV seperti konektivitas pintar, kontrol berbasis aplikasi, sistem keselamatan modern, serta pengalaman berkendara yang lebih halus dan senyap dibanding mobil konvensional.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian per Agustus 2025, populasi BEV di Indonesia telah mencapai 274.802 unit, tumbuh 151 persen dibanding tahun sebelumnya.
Penjualan didominasi wilayah Jabodetabek dengan kontribusi 70–80 persen dari total adopsi nasional pada 2024–2025.
Sumber: Antaranews.com







