Aliyansah Jumbawuya menambahkan, peribahasa Banjar merupakan warisan budaya penuh makna yang mampu membentuk pribadi beretika, berintegritas, dan berempati.
Senada dengan itu, Prof. Rustam Effendi menilai karya ini dapat menjadi rujukan pendidikan karakter berbasis budaya lokal.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel dan BKN Teken Komitmen Bersama Akselerasi Manajemen Talenta ASN
Kegiatan yang didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Perpustakaan Nasional RI ini diharapkan memperkaya wawasan masyarakat, memperkuat identitas budaya, serta mendorong lahirnya karya baru yang berakar pada nilai lokal namun adaptif terhadap tantangan global.
Sumber: MC Kalsel







