KALIMANTANLIVE.COM – September 2025 akan menjadi bulan spektakuler bagi para pecinta langit malam. Dari gerhana bulan darah yang dramatis, gerhana matahari parsial, hingga parade planet terang seperti Saturnus, Jupiter, dan Neptunus—semua hadir dalam satu bulan penuh kejutan kosmik. Bahkan, penggemar astronomi dengan teleskop bisa menyaksikan galaksi dan gugus bintang langka dengan pemandangan terbaiknya.
Seperti dikatakan para astronom, “Langit September adalah panggung megah untuk merasakan keajaiban semesta.”
# Baca Juga :BEM SI Batalkan Demo Hari Ini, Janji Turun Besok dengan Tuntutan Panas
# Baca Juga :PETAKA POLITIK! Nafa Urbach Minta Maaf, Rumah Dijarah, Hingga Dicopot dari DPR
# Baca Juga :Resmi Meluncur! Oppo A6 Max, HP Tipis dengan Baterai Monster 7.000 mAh & Fast Charging 80W
# Baca Juga :Keren Abis! Mazda CX-3 Kuro Hadir dengan Segudang Fitur Canggih, Bikin Perjalanan Makin Nyaman & Aman
7 September – Gerhana Bulan Total & “Corn Moon”
Pada 7 September dini hari (00.30 – 01.52 WIB), Bulan akan berubah merah darah selama 82 menit. Fenomena ini bisa dilihat jelas dari Asia, Afrika Timur, hingga Australia Barat. Sayangnya, Amerika absen dari momen ini, namun tetap bisa menikmati purnama khas September, Corn Moon, yang menandai musim panen jagung.
8 September – Bulan, Saturnus, & Neptunus Berdansa
Trio langit akan berbaris hanya 3,5 derajat di langit malam. Saturnus bisa terlihat dengan mata telanjang, sementara Neptunus butuh teleskop atau binokuler. Puncaknya terjadi sekitar tengah malam.
16 September – Bulan Bertemu Jupiter
Bulan sabit tua akan tampak dekat dengan Jupiter hanya berjarak 4,5 derajat. Gunakan teropong, dan Anda bisa melihat empat satelit Galilean yang ikonik mengelilingi Jupiter.
19 September – Venus “Menghilang” di Balik Bulan
Fenomena okultasi Venus terjadi ketika planet paling terang ini tersembunyi di balik Bulan. Bisa disaksikan dari Eropa, Kanada, Greenland, dan Afrika. Di wilayah lain, Venus akan tampak sangat dekat dengan Bulan menjelang fajar.
21 September – Bimasakti Paling Jelas
Bulan baru pada tanggal ini menjadikan langit gelap sempurna, ideal untuk berburu nebula, gugus bintang, dan inti galaksi Bimasakti. Dari belahan bumi utara, galaksi tampak megah membentang di langit malam.
21 September – Saturnus Paling Terang
Di malam yang sama, Saturnus mencapai oposisi. Waktu terbaik dalam setahun untuk melihat planet bercincin ini. Meski cincin terlihat tipis karena posisinya datar, Saturnus tetap mempesona di balik teleskop.
22 September – Gerhana Matahari Parsial
Sebagian Samudra Pasifik dan Antarktika akan mengalami gerhana matahari parsial dengan cakupan hingga 85%. Ingat, jangan melihat matahari tanpa kacamata khusus gerhana!







