FMTI 2025 Hadirkan Antasan Banjar Ethnogroove, Musik Tradisi Nusantara Gema di Balai Kota

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Suasana Balai Kota Banjarmasin berubah menjadi panggung besar yang sarat nuansa budaya, pada Sabtu (30/8/25) malam.

Antusiasme masyarakat begitu terasa. Tidak hanya menyaksikan pertunjukan musik, mereka juga merasakan festival sebagai ruang silaturahmi antara musisi, komunitas seni, dan warga.

Alunan musik tradisi dari berbagai daerah Nusantara bergema dalam Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2025 bertajuk “Antasan Banjar Ethnogroove” yang kini memasuki hari kedua penyelenggaraan.

BACA JUGA:
Pemko Banjarbaru dan Kejari Teken Kerjasama Penanganan Hukum Perdata dan TUN

BACA JUGA:
APBD Perubahan 2025 Disahkan, Pemkot Banjarmasin Fokus pada Program Prioritas Masyarakat

Menurutnya, festival itu bukan sekadar hiburan, dan menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi, sekaligus momentum penting bagi masyarakat Banua untuk meneguhkan jati dirinya.

Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa tradisi tidak boleh dibiarkan pudar.

“Melalui FMTI 2025, kami ingin meneguhkan posisi Banjarmasin sebagai ruang ekspresi seni budaya Nusantara sekaligus mendorong lahirnya ekosistem ekonomi kreatif. Tradisi tidak boleh sekadar dikenang, tapi mesti terus dihidupkan,” ucapnya penuh semangat.

Ia pun pun berharap FMTI dapat berkelanjutan, membawa dampak nyata bagi pelestarian budaya dan tumbuhnya ekonomi kreatif di daerah.

“Budaya adalah warisan luhur. Mari kita rawat bersama dan kita titipkan untuk generasi mendatang,” harwp Wali Kota Banjarmasin.

Penyelenggaraan FMTI 2025 ini bertepatan dengan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, yang membuatnya terasa semakin istimewa.