Kembangkan Industri Hilir di Kalteng, Masyarakat Akan Dapat Langsung Rasakan Manfaat Ekonominya

PALANGKARAYA, Kalimantanlive.com – Provinsi Kalimantan Tengah dikenal dengan banyak sumber daya alamnya, seperti perkebunan kelapa sawit, kareta, rotan hingga pertambangan.

Namun hingga saat ini Provinsi Kalteng hanya mengandalkan penjualan bahan mentah dari sumber daya alam yang dimiliki, sehingga masyarakat Kalteng belum bisa langsung menikmatinya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Anggota DPRD Kalteng, Asdi Narang, belum lama tadi, yang meminta agar pengembangan industri hilir atau hilirisasi bisa digencarkan di Kalteng.

Asdi Narang, menilai dengan pengembangan industri hilir tersebut akan dirasakan secara langsung manfaat ekonominya oleh masyarakat Kalteng.

Anggota Dewan dari Partai NasDem Kalteng ini menilai pentingnya pengembangan industri hilir di daerah sebagai strategi utama.

Ini kata dia, pada akhirnya akan mampu mendorong pemerataan dan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Asdy Narang menegaskan, pemanfaatan sumber daya alam (SDA) secara berkelanjutan serta tepat sasaran harus menjadi prioritas pemerintah daerah.

Baca Juga :Anggota DPRD Kalteng Minta Pemda Lebih Serius Kembangkan Potensi Desa Yang Berkelanjutan dan Terintegrasi

Ini, mengingat setiap wilayah di Kalimantan Tengah memiliki keunggulan komoditas masing-masing sehingga harus dijadikan sebagai produk prioritas.

Menurut dia, keunggulan sumber daya alam atau SDA Kalteng sangat banyak mulai dari perkebunan sawit, karet, rotan, hingga hasil perikanan laut maupun sungai.

Baca Juga :Kasus Penyegelan Perusahaan oleh Ormas di Kabupaten Barito Selatan Jadi Sorotan Anggota DPRD Kalteng

“Jika ini diarahkan pada industri hilir, maka manfaat ekonominya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Asdy juga menyoroti bahwa hilirisasi bukan hanya soal peningkatan nilai tambah produk, tetapi juga berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta stabilitas pendapatan masyarakat.

“Pengembangan industri hilir mampu menyerap tenaga kerja lokal dan membangun ekonomi berbasis komunitas.

Ini sangat penting bagi daerah-daerah yang selama ini hanya bergantung pada ekspor bahan mentah,” tambahnya.

Lebih jauh, Asdy mendorong pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan yang proaktif dalam memfasilitasi tumbuhnya sektor hilir, termasuk memberikan dukungan terhadap investasi dan penguatan infrastruktur industri.