JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pemandangan langka tersaji di Istana Kepresidenan pada Minggu (31/8/2025). Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri berdiri berdampingan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam momen yang langsung menyita perhatian publik.
Langkah Megawati ini menjadi sorotan, bukan hanya karena statusnya sebagai mantan presiden, tetapi juga sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, partai terbesar di parlemen.
# Baca Juga :Resmi Meluncur! Oppo A6 Max, HP Tipis dengan Baterai Monster 7.000 mAh & Fast Charging 80W
# Baca Juga :Keren Abis! Mazda CX-3 Kuro Hadir dengan Segudang Fitur Canggih, Bikin Perjalanan Makin Nyaman & Aman
# Baca Juga :Fenomena Langit September 2025: Gerhana Bulan Darah, Parade Planet, hingga Bimasakti Super Jelas
# Baca Juga :Geger! Kompol Kosmas dan Bripka Rohmat Terbukti Langgar Etik Berat dalam Kasus Rantis Brimob Lindas Affan
Selain Megawati, hadir pula tokoh-tokoh elite seperti Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD Sultan Najamudin, serta jajaran ketua umum partai besar: Bahlil Lahadalia (Golkar), Muhaimin Iskandar (PKB), Zulkifli Hasan (PAN), dan Surya Paloh (NasDem). PKS dan Demokrat pun tak absen, meski hanya diwakili jajaran pengurus pusat.
Prabowo Bicara Soal Gejolak Unjuk Rasa
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa bangsa harus tetap bersatu di tengah gelombang aksi protes yang meluas sejak 25 Agustus lalu.
“Kalau merusak fasilitas umum, itu artinya merusak dan menghamburkan uang rakyat,” tegas Prabowo di hadapan publik.
Sebelum pernyataan resmi, Prabowo lebih dulu mengumpulkan para menteri Kabinet Merah Putih untuk menggelar sidang kabinet darurat.
Aksi Massa yang Membara
Unjuk rasa yang bermula dari protes atas kenaikan tunjangan DPR kini menjelma menjadi gerakan nasional. Amarah publik memuncak setelah tragedi tewasnya Affan Kurniawan, seorang driver ojol, yang dilindas kendaraan taktis Brimob pada 28 Agustus.
Gelombang protes kian meluas—dari Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Tegal, Cilacap, Makassar, hingga kota-kota lain. Di sejumlah titik, bentrokan tak terhindarkan. Halte bus dibakar, kantor polisi dilempari, hingga Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya ikut dilalap api pada Sabtu (30/8).
PDI-P Angkat Bicara
Kehadiran Megawati di samping Prabowo memantik spekulasi politik. Namun, Ketua DPP PDI-P Ganjar Pranowo menegaskan, langkah itu murni demi kepentingan bangsa.
“Dalam situasi genting seperti ini, semua pimpinan parpol harus duduk bersama mencari solusi. Bukan soal politik, ini soal menenangkan rakyat,” ujar Ganjar.
Ganjar juga menyoroti perlunya evaluasi insentif pejabat, bukan hanya legislatif tapi juga eksekutif. “Yang pantas dan patut, pasti rakyat akan mendukung,” tambahnya.







