Dengan adanya FPRB, koordinasi antar-elemen dapat lebih kuat, kesiapsiagaan meningkat, serta risiko korban dan kerusakan dapat ditekan.
“Pembentukan FPRB adalah langkah mitigasi sejak dini, bagian dari pencegahan dan persiapan sebelum bencana datang,” sebutnya.
BACA JUGA: Patroli Karhutla, BPBD Balangan Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan
Forum ini nantinya akan menjadi wadah bersama dalam membangun masyarakat sadar bencana, memperkuat kapasitas masyarakat, mengembangkan sistem koordinasi lintas sektor, serta meminimalkan dampak dan kerugian akibat bencana melalui upaya mitigasi yang lebih terstruktur.
“Pembentukan FPRB ini menjadi langkah awal membangun budaya sadar bencana di Kabupaten Balangan. Semoga dengan kebersamaan dan koordinasi yang kuat, Balangan semakin tangguh menghadapi berbagai risiko bencana,” pungkas Rahmi.
Kalimantanlive.com/Kamil)










