JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kasus penjarahan rumah milik presenter sekaligus anggota DPR RI, Uya Kuya, di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, masih jadi sorotan publik. Insiden yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025) itu kini memasuki babak baru setelah polisi berhasil mengamankan belasan orang terduga pelaku, namun misteri provokator utamanya masih terus diburu.
Belasan Orang Sudah Diciduk
# Baca Juga :WOW! Prabowo Berdiri Sejajar dengan Xi Jinping, Putin, dan Kim Jong Un di Parade Militer Raksasa China
# Baca Juga :DUKA MUSIK INDONESIA! Acil Bimbo Tutup Usia di Bandung, Pesan Religius & Tangis Haru Adhisty Zara
# Baca Juga :Bocor! Spesifikasi & Harga Xiaomi 15T Series Terungkap, Siap Meluncur September 2025?
# Baca Juga :Resmi! Biaya Pasang Listrik Baru PLN September 2025: Lengkap dari 450 VA hingga 3.500 VA
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, menegaskan bahwa pihaknya sudah menangkap lebih dari sepuluh orang terkait penjarahan sekaligus penyerangan terhadap aparat. Penyidik kini tengah mendalami peran masing-masing pelaku.
“Baik pelaku lapangan maupun penggerak massa, semua akan kami tindak tegas sesuai hukum,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Motif: Kuasai Harta di Rumah Uya
Dari penyelidikan awal, polisi menyebut penjarahan itu bermotif murni mencari keuntungan pribadi. Para pelaku memanfaatkan situasi rumah yang dinilai kondusif untuk dimasuki. Meski begitu, polisi tidak menutup kemungkinan adanya aktor intelektual yang sengaja mengatur jalannya peristiwa tersebut.
Jejak Provokator Diburu
Hingga kini, aparat sudah mengantongi data-data penting terkait pihak yang diduga menjadi provokator. Polisi meyakini massa tidak sepenuhnya bergerak spontan, melainkan ada indikasi kuat adanya provokasi terencana.
“Provokator utama masih kita cari. Data sudah ada dan sedang kami pelajari,” tegas Dicky.
Klarifikasi Uya Kuya
Sebelum rumahnya dijarah, Uya Kuya sempat membuat klarifikasi di Instagram soal aksinya berjoget usai pidato Presiden Prabowo Subianto. Uya menegaskan bahwa jogetnya murni sebagai apresiasi hiburan musik, bukan sindiran politik.
“Tidak ada maksud ngeledek atau agenda lain. Itu hanya hiburan setelah acara selesai,” katanya.
Namun, meski sudah meminta maaf, rumahnya tetap jadi sasaran amuk massa.










