SURABAYA, Kalimantanlive.com – Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, menegaskan tidak ada keistimewaan bagi pemain naturalisasi. Semua pemain, baik lokal maupun keturunan, wajib bersaing untuk mendapatkan tempat di skuad utama Garuda Muda.
Beberapa nama naturalisasi yang dipanggil antara lain Dion Markx, Rafael Struick, dan Jens Raven. Khusus Dion yang bermain untuk NEC Breda U-21, ia diproyeksikan memperkuat lini pertahanan, namun tetap harus membuktikan diri.
BACA JUGA: Timnas Indonesia Berpeluang Salip Lebanon dan Vietnam di Ranking FIFA Oktober 2025
“Saya memiliki 23 pemain, termasuk Dion. Kalau dia ingin dimainkan, dia harus lebih baik dibanding yang lain. Hal yang sama juga berlaku untuk Struick dan Jens,” kata Vanenburg dalam konferensi pers di Surabaya, Selasa (2/9/2025).
Di posisi bek tengah, Dion akan bersaing dengan nama-nama seperti Kakang Rudianto, Kadek Arel, dan Muhammad Ferrari yang tampil konsisten.
Meski mengakui pemain naturalisasi membawa warna baru, Vanenburg menegaskan hanya akan menurunkan pemain yang paling siap.
“Saya senang dengan adanya pemain naturalisasi, tetapi mereka juga harus membuktikan kualitas. Saya datang untuk membangun tim, jadi siapa pun yang tampil harus benar-benar siap,” tegasnya.







