BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Delapan penumpang helikopter tipe BK117 D3 milik PT Eastindo Air yang sebelumnya hilang kontak akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Seluruh jenazah kini telah dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Para korban diketahui yakni Capt Haryanto, Eng Hendra, Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan warga negara asing (WNA).
BACA JUGA:
Reruntuhan Helikopter PK-RGH Ditemukan, Basarnas Pastikan Proses Evakuasi Berlanjut
BACA JUGA:
Bupati Tanbu Apresiasi Satgas: Helikopter Jatuh di Mantewe Berhasil Ditemukan
Salah satu relawan bernama Remisur mengisahkan detik-detik penemuan puing helikopter dan jenazah korban. Ia menyebut, saat menyusuri hutan bersama tim, salah satu relawan melihat sebuah puing berbentuk segitiga menyerupai pondok.
“Katanya itu pondok siapa, saya bilang itu yang dicari. Itu puing helikopternya,” ungkap Remisur.
Puing pertama ditemukan di kawasan pegunungan Balumut, sekitar 300 meter dari titik koordinat awal yang diberikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).










