TANJUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Mahasiswa, serikat pekerja hingg Ojol di Kabupaten Tabalong menyambangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Kamis (4/9/2025) siang.
Mereka ini datang untuk menyampaikan aspirasinya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama anggota dewan berlangsung di Aula Gedung Sekretariat DPRD Tabalong.
#Baca Juga :Program MBG di Tabalong Mulai Berjalan, Ketua LSM Langsat Beri Apresiasi
#Baca Juga :Tiga Hari Tak Datang ke Rumah Mantan Istri, Pria di Tabalong Ditemukan Tak Bernyawa
#Baca Juga :17 Anak Muda Diberi Pelatihan Servis Sepeda Motor Injeksi, Ini Harapan Plt Kepala Disnaker Tabalong
RDP ini dihadiri Ketua DPC FSP KEP Tabalong, Sahrul, Ketua KSPSI Tabalong Lisanuddin, Ketua BEM STIA Tabalong, M Kevindra Ilham, Ketua Komunitas Ojol Tabalong, Fahri Alfianur.
Dalam RDP ini disampaikan sejumlah tuntutan terhadap isu nasional maupun lokal dari serikat pekerja seperti masalah upah minimum kabupaten (UMK), mengisi kekosongan mediator Hubungan Industrial (HI) di Tabalong dan terkait kebijakan Adari terkait Surat Pernyataan Disiplin Karyawan (SPDK) atau sanksi Lobang 6.
Tuntutan dari mahasiswa sendiri yaitu mengenai aplikasi TabalongPedia terkait masalah aduan masyarakat dan infor masa lowongan kerja. Selain itu dari para Ojol juga meminta pemerintah daerah memfasilitasi selter atau basecamp, pajak potongan penghasilan aplikasi serta bantuan subsidi BBM.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Tabalong, Riza Fahlipi mengatakan, semua tuntutan yang telah disampaikan akan ditindaklanjuti.







