Dengan membiasakan diri mengonsumsi pangan lokal, masyarakat tidak hanya memperoleh gizi seimbang, tetapi juga membantu petani lokal memasarkan hasil panennya.
“Jika masyarakat terbiasa mengonsumsi singkong, jagung, atau talas, maka ketahanan pangan Balangan akan semakin kokoh karena kita tidak terlalu bergantung pada beras,” tuturnya.
BACA JUGA: Kemenag Balangan Gandeng Disdukcapil Fasilitasi Aktivasi IKD, Cegah Modus Penipuan
Ia berharap gerakan B2SA tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mulai dari rumah tangga, sekolah, hingga lingkungan kerja, mari kita terapkan pola konsumsi pangan B2SA agar masyarakat Balangan lebih sehat dan mandiri pangan,” pungkasnya.
(Kalimantanlive.com/Kamil)







