“Dari sinilah kita ingin membuktikan bahwa inovasi bukan monopoli kota besar, tetapi bisa lahir dari daerah kita, dari masyarakat kita sendiri dengan karya yang membanggakan,” katanya.
Afrida pun berharap, melalui Adaro Spectapreneur 6.0 bukan hanya menjadi acara tahunan, melainkan momentum kebangkitan ekonomi daerah, langkah nyata menuju masa depan yang lebih mandiri, inklusif dan berkelanjutan.
Sementara, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Adaro Indonesia, Deny Widihatmoko menjelaskan, tema kali ini dimakni pentingnya inovasi agar UMKM tetap bertahan dan mampu menggerakkan ekonomi secara berkelanjutan.
“Selaras dengan tema inovatif tersebut, maka Adaro Spectapreneur kali ini juga berinovasi dalam beberapa kegiatan, di antaranya dalam upaya mendukung pencetakan UMKM baru dengan membuka Lomba Inovasi dan Ide Bisnis,” jelasnya.
Ditambahkannya, Spectapreneur 6.0 juga menghadirkan Lomba Inovasi dan Ide Bisnis dengan ide terbaik akan diinkubasi melalui Adaro Specta School serta berkesempatan memperoleh permodalan usaha.
“Kami memastikan keberlanjutan pembinaan dengan meluncurkan Adarospectaschool yang akan terdiri dari tingkatan kelas, yaitu kelas Rintisan, Berkembang, dan Maju,” tambah Deny
Kalimantanlive.com/A Hidayat







