BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Kabiddokkes Polda Kalsel, Kombes Pol Muhammad El Yandiko menjelaskan, proses identifikasi korban jatuhnya helikopter BK117-D3 PK-RGH milik PT Eastindo Air hingga saat ini masih terus dilakukan.
Yandiko mengatakan, dari enam kantong jenazah yang terdiri dari lima kantong berisi jenazah utuh dan satu kantong lainnya berisi tiga bagian tubuh jenazah.
“Identifikasi dilakukan dari data post mortem. Tim DVI sudah selesai melakukan rekonsiliasi dan memiliki kesepakatan mengidentifikasi tiga jenazah,” ujarnya didampingi Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi dan Karumkit Bhayangkara AKBP dr. M. Ikhsan Wahyudi serta jajaran rumah sakit.
Yandiko memaparkan, ketiga korban yang sudah di identifikasi. Ketiganya merupakan Warga Negara Asing (WNA).
BACA JUGA:
Kotak Hitam Helikopter Eastindo Air BK117 D3 Berhasil Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup
BACA JUGA:
Gubernur Kalsel Apresiasi Tim Gabungan dalam Operasi Pencarian Korban Helikopter
Dari hasil indentifikasi korban pertama dinyatakan cocok dengan data ante mortem.
Teridentifikasi sebagai MR MW (68), WNA Australia, melalui catatan medis gigi dan properti.
“Korban MW ini teridentifikasi melalui catatan medis gigi dan properti. Ini sudah dicek dan dicocokkan, hasilnya identik,” jelasnya.
Sementara korban kedua, teridentifikasi sebagai MR CPQ (57), WNA Brazil, berdasarkan hasil identifikasi medis gigi.
“Sama, ini teridentifikasi dari catatan medis gigi. Data ante mortem dan post mortem cocok dan identik,” kata Yandiko.







