Pihaknya juga berupaya melakukan identifikasi melalui tiga standar utama, yakni sidik jari, rumus gigi, dan DNA.
“Sidik jari sudah sulit sekali karena kondisi pembusukan tingkat lanjut serta luka bakar berat. Rumus gigi ada yang tidak lengkap dan tidak dimiliki, sehingga sulit. Post mortem juga terkendala karena luka bakar parah,” ujarnya.
“Jadi, masuk ke DNA. Ini membutuhkan waktu karena harus diperiksa sampai tingkat gen. DNA menjadi petunjuk pasti, karena tidak ada yang sama. Mudah-mudahan ke depan proses identifikasi bisa lebih cepat,” tambahnya.
Kalimantanlive.com/Ilham
Editor: Elpian







