Seorang sumber menyebut, Ishiba sebelumnya sempat mempertimbangkan langkah konfrontatif dengan menolak pemilihan presiden LDP dan mengancam membubarkan parlemen untuk menggelar pemilu cepat.
Sikap tersebut justru memicu penolakan luas di dalam partai.
BACA JUGA: Banjir Pakistan Tewaskan Lebih dari 921 Orang, Jutaan Warga Terdampak
Dengan desakan yang semakin kuat agar ia bertanggung jawab atas hilangnya mayoritas koalisi LDP di majelis tinggi, partai dijadwalkan menggalang tanda tangan anggota mulai Senin untuk menentukan apakah pemilihan presiden akan dipercepat dari jadwal semula, yakni 2027.
Tekanan terhadap Ishiba kian memuncak dalam beberapa hari terakhir, bahkan dari lingkaran pendukungnya sendiri, setelah ia sempat bersikeras bertahan.
Sumber: Kyodo-OANA







