Lalu disampaikan bahwa harus mundur dari anggota DPRD Tala sesegeranya. Bahkan malam itu juga Musdalifah langsung disodori surat pengunduran diri dan diminta tanda tangan.
Ironisnya, timpal, Musdalifah, saat itu ketika dirinya hendak memfoto surat pengunduran diri itu, namun tak dibolehkan.
Begitu pula saat dirinya ingin membaca surat pengunduran diri tersebut, juga tidak diperkenankan.
“Katanya, sama saja draft surat pengunduran diri itu. Jadi,saya diminta untuk langsung tanda tangan,” papar Musdalifah.
Ia mengaku saat itu dalam kondisi tertekan sehingga akhirnya secara terpaksa menandatangani surat pengunduran diri yang telah disiapkan pengurus Golkar Tala tersebut.
Musdalifah sendiri pada 4 September lalu telah melayangkan surat sanggahan terkait usulan berkas PAW yang diajukan Golkar Tala ke DPRD Tala. Golkar Tala mengajukan berkas usulan PAW tanggal 2 September.
Surat sanggahan itu ditujukan kepada ketua DPRD Tala. Dilengkapi dengan paparan kronologi lengkap di balik surat pengunduran diri tersebut.







