Nepal Membara! Demo Gen Z Pecah Jadi Tragedi Berdarah, Menteri Dihajar, Gedung Pemerintah Dibakar!

KALIMANTANLIVE.COM – Situasi di Nepal berubah jadi mimpi buruk. Aksi demonstrasi besar-besaran yang awalnya menentang pemblokiran media sosial kini menjelma menjadi kerusuhan paling mematikan dalam sejarah politik negeri Himalaya.

Pada Rabu (10/9/2025), ribuan massa mengamuk, membakar gedung pemerintah, rumah politisi, hingga kompleks pemerintahan Singha Durbar yang menaungi parlemen dan sejumlah kementerian vital. Bahkan, beberapa menteri nyaris tewas diserang massa yang murka.

# Baca Juga :BREAKING NEWS! Harga Emas Antam Anjlok Rp12.000 per Gram, Tinggalkan Rekor Tertinggi!

# Baca Juga :Luminpark Padang Buka Lowongan Admin Proyek, Lulusan Teknik Sipil Diprioritaskan

# Baca Juga :Apple Perkenalkan iPhone 17, iPhone Air Super Tipis, Apple Watch 11, dan AirPods Pro 3

# Baca Juga :Banjarbaru Dorong Kesetaraan Lewat Bimtek PUG 2025

Menurut saksi mata, demonstran melempar batu, membakar ban, dan menggeledah rumah pejabat. Media lokal melaporkan helikopter militer terpaksa diterbangkan untuk mengevakuasi menteri-menteri yang terkepung.

Rekaman yang viral menunjukkan mantan PM Nepal Sher Bahadur Deuba, istrinya yang juga Menlu Nepal Arzu Rana, serta Menkeu Nepal Bishnu Paudel jadi target amukan. Bishnu bahkan terlihat lari pontang-panting di jalanan saat massa mengejar.

Tak hanya itu, kantor pusat Kantipur Media Group ikut dibakar. LSM Reporters Without Borders (RSF) mengecam aksi brutal tersebut dan mendesak massa tak menyerang jurnalis.

19 Tewas, Ratusan Luka

Kerusuhan ini sudah menelan sedikitnya 19 korban jiwa dan lebih dari 100 orang luka-luka. Bandara Kathmandu sempat terganggu oleh asap kebakaran meski tetap beroperasi terbatas.

Kepala HAM PBB Volker Turk menyatakan terkejut atas tragedi tersebut dan menyerukan dialog damai. Namun, di lapangan, situasi masih mencekam.

PM Nepal Mundur di Tengah Kekacauan

Di tengah gejolak, Perdana Menteri KP Sharma Oli resmi mengundurkan diri, Selasa (9/9). Dalam suratnya ke Presiden Nepal Ramchandra Paudel, ia menulis:

“Mengingat situasi sulit ini, saya mengundurkan diri efektif hari ini untuk memfasilitasi penyelesaian masalah secara politik sesuai konstitusi.”

News Feed