KALIMANTANLIVE.COM – Dunia medis kembali mencatat sejarah! Seorang pria asal New Hampshire, Amerika Serikat, berhasil hidup normal setelah menerima transplantasi ginjal babi. Operasi berisiko tinggi ini bukan hanya sukses, tapi juga membuat sang pasien terbebas dari mesin dialisis yang selama dua tahun terakhir menjadi “teman hidupnya”.
Pria bernama Bill Stewart (54) nekat mengambil langkah besar dengan menjalani operasi eksperimental pada Selasa (14/6/2025). Kini, Stewart bukan hanya selamat, tapi juga sudah kembali bekerja dan menjalani aktivitas normal sehari-hari.
# Baca Juga :Satelit Nusantara Lima Gagal Meluncur Dua Kali, Netizen Kompak: Lebih Baik Aman daripada Nekat!
# Baca Juga :Nepal Membara! Demo Gen Z Pecah Jadi Tragedi Berdarah, Menteri Dihajar, Gedung Pemerintah Dibakar!
# Baca Juga :BREAKING NEWS! Harga Emas Antam Anjlok Rp12.000 per Gram, Tinggalkan Rekor Tertinggi!
# Baca Juga :Luminpark Padang Buka Lowongan Admin Proyek, Lulusan Teknik Sipil Diprioritaskan
“Saya ingin berkontribusi untuk ilmu pengetahuan. Kalau pun gagal, ginjalnya bisa selalu diambil kembali,” ungkap Stewart, dikutip Associated Press.
Stewart menderita gagal ginjal akibat hipertensi. Dengan golongan darahnya, ia diperkirakan harus menunggu 7 tahun untuk mendapatkan donor manusia yang cocok. Beberapa calon donor hidup pun tak memenuhi syarat.
Dua tahun harus bolak-balik menjalani dialisis membuat Stewart akhirnya tertarik ketika mendengar ada pasien lain, Tim Andrews, yang lebih dulu menerima ginjal babi di Massachusetts General Hospital (Mass General). Dari situlah ia mantap menjadi kandidat berikutnya.
Ginjal Babi Jadi Penyelamat
Operasi transplantasi ginjal babi ini dijalankan tim dokter Mass General dengan persiapan super ketat. Hasilnya? Stewart kini benar-benar terbebas dari dialisis, bahkan menyempatkan diri kembali ke klinik lamanya untuk memberi harapan bagi pasien lain.
Para dokter memang masih menekankan bahwa ini langkah awal. Ginjal babi bisa saja hanya bertahan sementara, tapi efeknya sudah sangat besar: memberi “jeda kehidupan” sebelum pasien mendapatkan ginjal manusia.







