Ekonom Sentil Menkeu Purbaya: Jangan Asal Bicara, Harus Punya Empati pada Rakyat!

KALIMANTANLIVE.COM – Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, mendapat sorotan tajam dari kalangan ekonom. Mereka menilai, seorang Menkeu tak hanya dituntut piawai menguasai angka, tapi juga wajib memiliki empati terhadap kondisi masyarakat yang kini menghadapi tekanan ekonomi berat.

Ekonom senior sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, mengingatkan Purbaya agar lebih berhati-hati melontarkan pernyataan publik. Terlebih, janji Purbaya yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 6–7 persen dianggap tak realistis jika hanya mengandalkan Kementerian Keuangan.

# Baca Juga :iPhone 17 Resmi Meluncur! Harga iPhone 16 di Indonesia Langsung Anjlok, Kok Bisa?

# Baca Juga :FAKTA BARU Kasus Penculikan & Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Seret Oknum TNI

# Baca Juga :HEBOH SENAYAN! Keponakan Presiden Prabowo Mundur dari DPR: Gegara Podcast Kontroversial Digoreng Medsos

# Baca Juga :GEGER! KPK Selidiki Dugaan Ridwan Kamil Pakai Dana Bank BJB untuk Modal Politik Pilkada DKI

“Pertumbuhan 7 persen itu bukan tugas Menkeu semata. Itu ditopang sektor industri yang harus go global dan ekspornya tembus 20 persen seperti dulu. Jadi jangan overclaim,” tegas Didik dalam Seminar Publik Reshuffle Menyembuhkan Ekonomi?, Rabu (10/9/2025).

Kritik soal Empati dan Respons 17+8

Didik juga menyinggung pernyataan Purbaya terkait isu 17+8 yang viral di media sosial. Menurutnya, seorang Menkeu tak boleh asal merespons tanpa memahami realitas menurunnya kelas menengah.

“Dari 57 juta kelas menengah, kini hanya 48 juta. Hilang 10 juta orang, turun ke bawah mendekati garis kemiskinan. Ini fakta yang butuh empati, bukan sekadar angka,” ujarnya.

Peringatan dari Investor

Senada, Ekonom Paramadina Wijayanto Samirin menegaskan, setiap kata yang keluar dari mulut Menkeu akan dicap sebagai kebijakan resmi oleh para investor.

“Pernyataan Menkeu itu separuh kebijakan. Jangan sampai sebuah candaan merusak kredibilitas pemerintah. Hati-hati, jangan over promise, jangan over confidence, jangan oversimplified. Kalau sampai begitu, market akan menilai Menkeu tidak paham,” tegasnya.