KALIMANTANLIVE.COM – Krisis politik di Nepal makin mencekam usai demonstrasi besar-besaran berujung kerusuhan berdarah. Namun, Kementerian Luar Negeri RI memastikan ada sekitar 100 Warga Negara Indonesia (WNI) di negara itu, dan tidak satu pun menjadi korban.
Menurut Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha, dari jumlah tersebut 57 orang menetap di Nepal dan 43 lainnya merupakan delegasi yang hadir dalam berbagai pertemuan internasional.
# Baca Juga :Heboh! Perusuh & Penjarah Ditangkap, Tapi Belum Ada yang Dijerat Pasal Makar
# Baca Juga :Bandung Membara! Wali Kota Farhan Ungkap 5 Bangunan Musnah Akibat Demo Rusuh Pasca Tewasnya Ojol Affan
# Baca Juga :RUSUH DI SENAYAN! Demo 25 Agustus Ricuh: Pos Polisi Hancur, Tol Ditutup, KRL Lumpuh Total
# Baca Juga :Bendera Meksiko Berkibar saat Kerusuhan di Los Angeles! Simbol Perlawanan atau Tanda “Invasi”?
“Berdasarkan komunikasi terakhir tidak ada korban dari WNI, namun kita terus melakukan langkah-langkah kontingensi,” ujar Judha di Gedung Negara Grahadi, Rabu (10/9/2025) malam.
Situasi Terkini Nepal
Bandara internasional mulai kembali beroperasi.
Kondisi keamanan perlahan membaik, meski tetap rawan bentrokan.
Militer Nepal kini mengambil alih pengamanan setelah pemerintahan PM Khadga Prasad Oli kolaps akibat gelombang protes.
Kemenlu: Evakuasi Masih Jadi Opsi
Kemenlu RI menegaskan opsi evakuasi WNI tetap terbuka, menyesuaikan kondisi lapangan.
“Kita terus memantau situasi. Evakuasi bisa dilakukan jika memang dibutuhkan,” kata Judha.
Kerusuhan Nepal: 22 Tewas, Ratusan Luka









