“Buktikan apakah tim pendamping kita hari ini efektif. Ke depan, kami harap Banjarmasin bisa lebih mandiri, tidak selalu bergantung pada pusat. Peran OPD harus kuat, karena kepala OPD itu ibarat menteri yang punya strategi di daerah. Jadi masukan dari tim teknis maupun hasil bimtek perlu didengar, tapi keputusan strategi tetap di tangan pemerintah daerah,” tegas Budi.
Ia juga menambahkan agar tim pendamping internal lebih aktif dalam proses evaluasi sebelum mengajukan laporan ke pusat. “Kalau sudah disaring dengan baik di tingkat daerah, maka strategi dan solusi bisa lebih tepat sasaran. Dengan begitu, capaian kinerja tidak hanya administratif, tetapi benar-benar terukur dan memberi dampak nyata,” ucapnya.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran Kemenpan RB serta pimpinan SKPD Kota Banjarmasin. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong terciptanya pemerintahan yang akuntabel, efektif, dan berorientasi hasil, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
“Semoga melalui pendampingan ini, Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan bagi kita semua, serta menjadikan upaya kita dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan sebagai amal yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Wali Kota Yamin.
Kalimantanlive.com/Ilham
Editor: Elpian







