MELBOURNE, KALIMANTANLIVE.COM – Australia bersiap menghadapi gelombang demonstrasi besar-besaran pada Sabtu (13/9/2025). Ribuan warga akan turun ke jalan di 12 kota besar, menuntut pemerintah bersih dari korupsi sekaligus menolak rasisme dan fasisme yang kian mengkhawatirkan.
Aksi bertajuk “Australia Unites Against Government Corruption” dan “National Day of Action Against Racism & Fascism” ini akan digelar di Adelaide, Brisbane, Cairns, Canberra, Darwin, Hobart, Grafton, Katoomba, Mackay, Melbourne, Perth, dan Sydney.
# Baca Juga :PAGI MENCEKAM! Ledakan Tabung Gas 12 Kg Guncang Pamulang: 8 Rumah Rusak, 7 Warga Luka-Luka
# Baca Juga :DARURAT! Jumlah Anak Obesitas di Dunia Kini Lebih Banyak daripada Anak Kurang Gizi
# Baca Juga :BREAKING NEWS! Jadwal Lengkap Konser Super Junior “Super Show 10” di Jakarta Hari Ini — ELF Siap Nostalgia 20 Tahun!
# Baca Juga :WOW! Pendaftaran SMA Taruna Nusantara 2026 Resmi Dibuka: Gratis Biaya Sekolah, Ada di Malang, Cimahi, hingga IKN!
Tuntutan Massa: Dari Korupsi hingga Krisis Perumahan
Dikutip dari situs resmi Australia Unites, demonstrasi diorganisasi oleh berbagai kelompok masyarakat sipil dengan sederet tuntutan, antara lain:
Melawan korupsi di pemerintahan
Menolak RUU larangan media sosial
Perlindungan data pribadi warga
Menolak perjanjian pandemi WHO
Aturan yang lebih pro terhadap petani lokal
Penanganan krisis perumahan dan biaya hidup
Menghentikan praktik rasialisme dan diskriminasi
“Gerakan ini mengadvokasi transparansi dan akuntabilitas. Bersatu, kita bisa membuat perbedaan,” tulis penyelenggara aksi.
Isu Panas: Neo-Nazi, Aborigin, dan Pro-Palestina
Tak hanya menyoal korupsi, kelompok aktivis Aborigin dan pro-Palestina juga akan menggelar aksi paralel. Aksi ini merupakan respons atas serangan kelompok neo-Nazi terhadap kamp komunitas Aborigin di Melbourne, 31 Agustus lalu.
Polisi bahkan telah menangkap 10 pria yang diduga terkait kelompok neo-Nazi dalam insiden itu.
Polisi Siaga Kerusuhan
Meski para penyelenggara menegaskan aksi akan berlangsung damai, Kepolisian Victoria tetap meningkatkan kewaspadaan. Mereka khawatir kelompok ekstrem kanan maupun kiri akan memanfaatkan momentum untuk bentrok, sebagaimana terjadi dalam unjuk rasa di Melbourne bulan lalu.
“Tidak ada tempat bagi kelompok neo-Nazi di Victoria,” tegas Jaksa Agung Victoria, Sonya Kilkenny.







