JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Misteri hilangnya 7 pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI) di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memasuki babak genting. Hingga Sabtu (13/9/2025), para pekerja masih belum ditemukan sejak tertimbun material longsor pada Senin malam (8/9/2025) pukul 22.00 WIT.
Dua Terowongan Baru, Tapi Pekerja Tak Ditemukan
# Baca Juga :GEGER DI AUSTRALIA! Demo Nasional Lawan Korupsi & Rasisme Guncang 12 Kota Besar
# Baca Juga :PAGI MENCEKAM! Ledakan Tabung Gas 12 Kg Guncang Pamulang: 8 Rumah Rusak, 7 Warga Luka-Luka
# Baca Juga :DARURAT! Jumlah Anak Obesitas di Dunia Kini Lebih Banyak daripada Anak Kurang Gizi
# Baca Juga :BREAKING NEWS! Jadwal Lengkap Konser Super Junior “Super Show 10” di Jakarta Hari Ini — ELF Siap Nostalgia 20 Tahun!
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengungkapkan tim evakuasi telah menggali dua jalur terowongan baru untuk menjangkau titik lokasi awal para pekerja. Namun, saat tiba di lokasi, para pekerja sudah tidak berada di sana.
“Terowongan baru sudah sampai di titik awal mereka, tapi yang bersangkutan tidak ada di lokasi,” kata Yuliot di Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Lebih mencemaskan lagi, komunikasi terakhir antara pekerja dengan tim lapangan melalui handy talkie (HT) kini sudah terputus. Diduga baterai perangkat komunikasi itu habis.
Labirin Tambang yang Memperlambat Evakuasi
Menurut Yuliot, tambang Freeport berbentuk labirin dengan jalur terowongan berliku-liku. Hal inilah yang membuat pencarian semakin sulit dan penuh risiko.
“Tim di lapangan berusaha menelusuri arah mana mereka bergerak, tapi kondisinya jauh lebih rumit dari perkiraan awal,” ujarnya.
Awalnya, estimasi evakuasi diperkirakan bisa tuntas dalam 30 jam. Namun, setelah hampir sepekan berlalu, nasib para pekerja masih menjadi teka-teki.
Operasi Tambang Dihentikan Total
VP Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, menegaskan seluruh operasi tambang bawah tanah dihentikan sementara demi memusatkan upaya penyelamatan.
“Semua sumber daya kami kerahkan untuk membuka akses ke area longsor. Tim tanggap darurat bekerja tanpa henti, meski pergerakan material menjadi hambatan besar,” tegas Katri.
PTFI juga terus berkoordinasi dengan keluarga korban serta meminta doa dari seluruh pihak agar 7 pekerja tersebut segera ditemukan selamat.







