PAGI MENCEKAM! Ledakan Tabung Gas 12 Kg Guncang Pamulang: 8 Rumah Rusak, 7 Warga Luka-Luka

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Suasana mencekam menyelimuti kawasan Jalan Talas II, Pondok Cabe Hilir, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (12/9/2025) pagi. Sekitar pukul 05.20 WIB, sebuah ledakan dahsyat dari tabung gas elpiji 12 kilogram mengguncang pemukiman padat, merusak delapan rumah warga dan melukai sedikitnya tujuh orang.

Pantauan di lokasi, puing-puing berserakan: tembok rumah jebol, atap runtuh, pintu dan jendela terlepas, sementara plafon di rumah-rumah sekitar ikut ambrol akibat getaran keras. Garis polisi sudah dipasang, dan petugas kepolisian melakukan olah TKP serta meminta keterangan saksi mata.

# Baca Juga :DARURAT! Jumlah Anak Obesitas di Dunia Kini Lebih Banyak daripada Anak Kurang Gizi

# Baca Juga :BREAKING NEWS! Jadwal Lengkap Konser Super Junior “Super Show 10” di Jakarta Hari Ini — ELF Siap Nostalgia 20 Tahun!

# Baca Juga :WOW! Pendaftaran SMA Taruna Nusantara 2026 Resmi Dibuka: Gratis Biaya Sekolah, Ada di Malang, Cimahi, hingga IKN!

# Baca Juga :Rp 33,7 Triliun Cair, 1,4 Juta Guru Sudah Terima Tunjangan Profesi 2025, Begini Cara Ceknya

Dampak Ledakan: 8 Rumah Rusak, 7 Korban Luka

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang, mengonfirmasi kerusakan parah di permukiman tersebut.

“Delapan rumah terdampak, empat rusak berat, empat lainnya rusak ringan. Ada tujuh korban luka, tiga masih dirawat intensif di rumah sakit, empat lainnya diperbolehkan pulang,” ungkap Victor.

Kesaksian Warga: Suara Ledakan Seperti dari Bawah Tanah

Seorang warga, sebut saja Irma, mengaku suara ledakan begitu mengejutkan.

“Suara ledakannya aneh, kayak datang dari bawah tanah. Plafon rumah saya sampai turun semua, padahal jaraknya lumayan dari titik ledakan,” tuturnya.

Warga yang tinggal lebih dekat bahkan mengalami plafon hancur total dan puing menimpa isi rumah.

Polisi Pastikan Bukan Bom

Sempat muncul dugaan ledakan akibat bahan peledak. Namun, setelah sterilisasi oleh Satuan Gegana Brimob Polda Metro Jaya, polisi memastikan tidak ada unsur bom maupun bahan peledak lain di lokasi kejadian.

Kompol Nofriyansah, Komandan Satuan Gegana, menjelaskan, “Tim Jibom dan KBRN sudah turun. Alat deteksi menunjukkan tidak ada bahan peledak maupun zat kimia berbahaya.”