SADIS! Serangan Udara Junta Myanmar Hantam Sekolah, 19 Siswa Tewas Saat Tertidur

KALIMANTANLIVE.COM – Dunia kembali diguncang kabar memilukan dari Myanmar. Sebuah sekolah menengah di negara bagian Rakhine luluh lantak dihantam serangan udara junta militer pada Jumat (12/9) tengah malam. Tragisnya, sedikitnya 19 siswa berusia 15 hingga 21 tahun tewas seketika saat sedang tertidur lelap di kompleks sekolah.

Serangan udara maut ini terjadi di tengah pertempuran sengit antara militer Myanmar dengan kelompok bersenjata etnis minoritas, Tentara Arakan (Arakan Army/AA), yang selama setahun terakhir berebut kendali atas wilayah strategis Rakhine.

# Baca Juga :Misi Penyelamatan Mencekam! 7 Pekerja Freeport Hilang di Tambang Bawah Tanah Papua

# Baca Juga :GEGER DI AUSTRALIA! Demo Nasional Lawan Korupsi & Rasisme Guncang 12 Kota Besar

# Baca Juga :PAGI MENCEKAM! Ledakan Tabung Gas 12 Kg Guncang Pamulang: 8 Rumah Rusak, 7 Warga Luka-Luka

# Baca Juga :Drama Panjang! Sherina Lelah Usai 12 Jam Klarifikasi di Polres Terkait Kucing Uya Kuya

Menurut keterangan resmi Tentara Arakan via Telegram, pesawat tempur junta menjatuhkan dua bom seberat 500 pon ke area sekolah swasta di kota Kyauktaw. Ledakan besar membuat gedung sekolah porak-poranda dan merenggut nyawa para pelajar yang tak berdaya.

Tak hanya korban jiwa, sekitar 22 siswa lainnya dilaporkan luka-luka, sebagian dalam kondisi kritis. Tentara Arakan menegaskan serangan ini sebagai kejahatan perang, menuding junta militer bertanggung jawab penuh atas darah anak-anak yang tertumpah.

“Kami berduka seperti keluarga sendiri atas kematian para siswa yang tidak bersalah,” bunyi pernyataan Tentara Arakan.

Hingga kini, junta Myanmar belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut. Namun, laporan media lokal Myanmar Now mengonfirmasi detail serangan bom udara yang menewaskan puluhan pelajar ini.

Tragedi ini menambah panjang daftar kekejaman militer Myanmar sejak kudeta 2021 yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi. Konflik yang terus meluas telah menciptakan penderitaan besar bagi rakyat sipil, khususnya anak-anak.

Badan Anak PBB, UNICEF, mengecam keras serangan brutal ini. Menurut mereka, aksi tersebut hanyalah potret terbaru dari pola kekerasan sistematis junta Myanmar yang menghancurkan kehidupan warga sipil di Rakhine.

Sementara itu, komunikasi di wilayah Kyauktaw sulit dijangkau karena akses internet dan telepon kerap terputus, menyulitkan bantuan serta verifikasi langsung kondisi di lapangan.

News Feed