RAPBD 2026 Balangan Dibawa ke DPRD, Wabup Akhmad Fauzi Sampaikan Rincian

Dari jumlah tersebut, komponen terbesar berasal dari pendapatan transfer sebesar Rp2.512.048.843.640, kemudian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp216.520.033.044, serta lain-lain pendapatan daerah sebesar Rp108.866.849.343.

Di sisi belanja daerah, Pemkab Balangan menganggarkan total Rp3.382.406.477.990 yang terdiri dari belanja operasi sebesar Rp1.991.374.409.494, belanja modal Rp991.392.346.260, belanja tidak terduga Rp50.000.000.000, dan belanja transfer Rp349.639.722.236.

BACA JUGA: Pasar Murah Disperindag Balangan Hadir di Desa Jungkal, Warga Serbu Kebutuhan Pokok Bersubsidi

Sementara itu, untuk penerimaan pembiayaan daerah, pemerintah daerah menganggarkan dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp544.970.751.963.

“Insya Allah, untuk tahun 2026, setidaknya pada APBD murni kita tidak menanggarkan untuk pengeluaran pembiayaan,” jelas Wabup.

Jika dibandingkan dengan APBD murni tahun 2025, Wabup menyampaikan bahwa Pemkab Balangan melakukan pengurangan cukup signifikan pada belanja operasi, namun tetap mempertahankan belanja modal.

“Ini adalah wujud komitmen kita terhadap efisiensi anggaran sekaligus dukungan terhadap prioritas pembangunan yang telah disepakati bersama,” katanya.

Di sisi pendapatan, ia menyampaikan adanya peningkatan terutama dari pos Pendapatan Asli Daerah (PAD).