Tangis Pecah di Makassar! Jenazah Pilot Heli Jatuh di Tanah Bumbu Tiba di Kampung Halaman

KALIMANTANLIVE.COM – Suasana duka menyelimuti Jalan Rajawali 1, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Minggu (14/9/2025) malam. Jenazah Kapten Haryanto Tahir, pilot helikopter nahas yang jatuh di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, akhirnya tiba di rumah duka dan langsung disambut isak tangis keluarga serta kerabat.

Ambulans pengantar jenazah berhenti di depan rumah duka dengan suasana haru yang tak terbendung. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Darussalam Valley, Kabupaten Gowa, pada Senin (15/9/2025) pagi.

# Baca Juga :Pemerintah Geram Harga Beras di Ritel Melonjak! Bapanas Ultimatum: Harus Wajar dan Terjangkau

# Baca Juga :Buruan! Diskon Tambah Daya Listrik PLN 50% Tinggal 3 Hari Lagi, Ini Syarat Lengkapnya

# Baca Juga :Harga Emas Pegadaian 15 September 2025: UBS, Galeri24, dan Antam Kompak Tak Bergerak

# Baca Juga :Barcelona Hajar Valencia 6-0, Real Madrid Masih Sempurna di Puncak Klasemen LaLiga 2025-2026

“Kami sepakat memakamkan almarhum di Darussalam Valley. Insyaallah berangkat sekitar jam 9 pagi, agar sebelum Dzuhur pemakaman sudah selesai,” ungkap sang kakak, Irwan Muharyono.

Korban Terakhir yang Teridentifikasi

Kapten Haryanto menjadi korban terakhir yang berhasil diidentifikasi dari tragedi jatuhnya helikopter tipe BK117-D3 tersebut. Sebelumnya, enam korban meninggal lain telah lebih dulu dikenali pihak keluarga.

“Alhamdulillah, proses identifikasi berjalan dengan baik. Adik saya salah satu dari dua jenazah yang terakhir berhasil diidentifikasi,” jelas Irwan.

Atensi Presiden dan Pejabat Tinggi

Duka keluarga Haryanto turut mendapat perhatian dari pejabat tinggi negara. Karangan bunga dari Presiden Prabowo Subianto, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, hingga Menteri Luar Negeri Sugiono berjajar di depan rumah duka.

“Ada atensi dari Pak Presiden. Beliau punya kedekatan dengan almarhum,” tambah Irwan.

Sosok Penuh Kepedulian

Irwan kemudian mengenang sosok adiknya sebagai pribadi rendah hati, peduli, dan dermawan. Haryanto sempat berkarier di TNI Angkatan Laut, sebelum akhirnya memilih pensiun dini untuk menempuh jalan hidup baru.

“Almarhum dikenal sangat baik. Dimanapun tinggal, selalu peduli dengan tetangga dan banyak berbuat kebaikan,” tuturnya dengan suara bergetar.