KALIMANTANLIVE.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi menggelontorkan paket stimulus ekonomi jumbo untuk menggenjot pertumbuhan di tiga bulan terakhir 2025. Paket ini dikemas dalam konsep 8+4+5:
8 program percepatan 2025,
4 program lanjutan 2026,
# Baca Juga :Prabowo Restui Tim Independen Usut Tragedi Demo Agustus 2025, Korban Jiwa & Kerusuhan Jadi Sorotan
# Baca Juga :HEBOH SENAYAN! Keponakan Presiden Prabowo Mundur dari DPR: Gegara Podcast Kontroversial Digoreng Medsos
# Baca Juga :GEGER! Ekonom Bedah Perbedaan Tajam Prabowo vs Sri Mulyani soal Arah Ekonomi Indonesia
# Baca Juga :IHSG Pagi Ini Melonjak ke 7.684 Usai Diguncang Reshuffle Prabowo
5 program penciptaan lapangan kerja jangka panjang.
Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp16,23 triliun, dengan target mendorong ekonomi tumbuh hingga 5,2% di tahun 2025.
Stimulus Instan untuk Rakyat
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, salah satu stimulus yang langsung dirasakan masyarakat adalah PPh 21 Ditanggung Pemerintah (DTP). Artinya, pajak pekerja di sektor padat karya (tekstil, alas kaki, furnitur, kulit) dan pariwisata (hotel, restoran, kafe) akan dibayarkan negara.
📌 552 ribu pekerja dengan gaji di bawah Rp10 juta otomatis bebas PPh. Pemerintah mengalokasikan Rp120 miliar di akhir 2025 dan Rp480 miliar untuk tahun 2026.
Sarjana Magang Digaji UMR
Bagi lulusan baru perguruan tinggi, pemerintah menyiapkan program magang industri.
Kuota: 20 ribu fresh graduate
Durasi: 6 bulan
Insentif: digaji sebesar UMR sesuai lokasi penempatan
Airlangga menyebut ini sebagai cara menyiapkan tenaga kerja muda masuk dunia industri dengan bekal pengalaman nyata.
Diskon BPJS untuk Ojol & Pekerja Lepas
Pemerintah juga memberi keringanan berupa diskon 50% iuran BPJS Ketenagakerjaan (jaminan kecelakaan kerja & jaminan kematian) untuk pekerja lepas:
Pengemudi ojek online
Ojek pangkalan
Sopir, kurir, hingga logistik
Anggaran yang disiapkan: Rp36 miliar di sisa 2025.
Daftar 8 Stimulus Cepat 2025
Magang Lulusan Perguruan Tinggi – Rp198 miliar
Perluasan PPh 21 DTP Sektor Pariwisata – Rp120 miliar
Bantuan Pangan – Rp7 triliun
Diskon Iuran BPJS BPU – Rp36 miliar
Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan BPJS TK – Rp150 miliar
Padat Karya Tunai Kemenhub & KemenPU – Rp5,3 triliun
Percepatan Deregulasi & Integrasi OSS – Rp175 miliar
Program Perkotaan (Pilot Project DKI Jakarta) – Rp2,7 triliun










