ANEH! Pembunuhan Seorang Kacab Bank BUMN Libatkan 15 Tersangka hingga Oknum TNI, Ada Apa?

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Publik tanah air dikejutkan oleh kasus penculikan yang berakhir tragis dengan tewasnya Mohamad Ilham Pradipta (37), Kepala Cabang (Kacab) sebuah bank BUMN ternama. Polisi mengungkap, ada 15 orang tersangka terlibat dalam skema kejahatan kejam ini – mulai dari sipil, jaringan kriminal, hingga oknum prajurit TNI!

Penculikan Terencana, Bukan Aksi Spontan

# Baca Juga :FAKTA BARU Kasus Penculikan & Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Seret Oknum TNI

# Baca Juga :Terbongkar! Jejak Hitam Dwi Hartono, Dalang Penculikan Kacab Bank yang Ternyata Pernah Jadi Mafia Pemalsu Ijazah

# Baca Juga :Drama Penculikan Kacab Bank BUMN: Jejak Tim Pengintai Terbongkar, RS Dibekuk Polisi di Semarang Tengah Malam

# Baca Juga :VIRAL! Dwi Hartono Otak Penculikan Kacab Bank Ternyata Mahasiswa S2 UGM, Begini Sikap Kampus

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, menyebut kasus ini bukan sekadar penculikan biasa, melainkan kejahatan berlapis dan sangat terorganisir. Para tersangka terbagi ke dalam empat klaster:

Aktor intelektual – otak perencana sekaligus penyedia dana.

Eksekutor penculikan – tim lapangan yang menarik korban.

Penganiaya – kelompok yang membuat korban tak berdaya hingga tewas.

Pemantau korban – tim bayangan yang melacak pergerakan Ilham.

Motif Ekonomi: Rekening Dormant Bernilai Fantastis

Kejahatan ini dipicu rencana penyalahgunaan data rekening dormant bernilai miliaran rupiah. Untuk bisa memindahkan dana tersebut, para pelaku butuh persetujuan Kacab bank. Ilham pun dijadikan target, bahkan hingga opsi “melenyapkannya” ikut dibahas sejak awal.

Jejak Berdarah Penculikan

Juni 2025: Candy alias Ken, penyedia data rekening dormant, menggandeng Dwi Hartono untuk mencari target.

Juli 2025: Nama Ilham muncul setelah kartu namanya didapat tim pelaku.

Agustus 2025: Rencana matang. Eksekusi dilakukan 20 Agustus di parkiran Pasar Rebo. Ilham diculik menggunakan Avanza putih, lalu dipindahkan ke Fortuner hitam.

Dalam perjalanan, korban dipukuli, dilakban, dan diikat. Safe house yang disiapkan gagal dipakai, membuat Ilham akhirnya diturunkan di area persawahan Cikarang dalam kondisi kritis.

21 Agustus: Warga menemukan jenazah Ilham dengan tangan-kaki terikat serta wajah terlakban.

Oknum TNI Ikut Terlibat

Yang paling mengejutkan, di antara para tersangka ada dua prajurit Kopassus: Serka N dan Kopda FH. Keduanya diduga ikut dalam perencanaan dan perekrutan tim eksekusi.

Komandan Polisi Militer Kodam Jaya, Kolonel Cpm Donny Agus Priyanto, memastikan keduanya sudah ditahan Pomdam Jaya untuk diproses sesuai aturan militer.