Keruk Sungai Mentaya Pemkab Kotim Gandeng Pihak Ketiga, Bupati H Halikinnor Berharap Akhir Tahun 2025 Terealisasi

SAMPIT, Kalimantanlive.com – Alur Sungai Mentaya di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengalami pendangkalan cukup parah.

Ini karena, sudah puluhan tahun tidak dilakukan pengerukan sehingga tingkat banyak sedimen yang mengendap di dasar Sungai Mentaya.

Kondisi tersebut cukup mengganggu lalulintas kapal yang keluar masuk di Pelabuhan Sampit melalui Sungai Mentaya Sampit.

Bupati Kotawaringin Timur atau Bupati Kotim H Halikinnor, saat dimintai tanggapanya terkait pendangkalan alur Sungai Mentaya tersebut, membenarkannya.

Orang nomor satu di Kotim ini, mengungkapkan, alur Sungai Mentaya tersebut memang sudah lama tidak dilakukan pengerukan sehingga terjadi pendangkalan.

“Ya, memang alur Sungai Mentaya ini sudah lama tidak dilakukan pengerukan, sehingga banyak sedimen di dasar sungai yang mengakibatkan ada titil yang dangkal,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).

Baca Juga :Posko Nataru 2024 Pelabuhan Sampit Ditutup, Penumpang Kapal Laut Alami Penurunan

Baca Juga :Karnaval Kelotok Susur Sungai Mentaya Meriah, Wabup Irawati Sebut Inovasi Anak Muda Kotim

Dikatakan dia, pihaknya sudah melakukan upaya kerjasama dalam pengerukan tersebut dengan menggandeng pihak ketiga dari Surabaya.

“Ada pihak ketiga yang kita kerjasama untuk pengerukan itu yakni PT Indika Surabaya, saat ini masih dalam peroses yang diharapkan akhir tahun 2025 ini kegiatan sudah berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian, saat dimintai tanggapannya, membenarkan terjadi pendangkalan di dua titik alur Sungai Mentaya yang harus di keruk.