Wanda Hamidah Jadi Perempuan Indonesia Terakhir Berlayar ke Gaza, Angkat Merah Putih di Kapal Flotilla

KALIMANTANLIVE.COM – Penantian panjang Wanda Hamidah akhirnya terbayar. Setelah dua minggu menunggu di Tunisia, aktris sekaligus aktivis kemanusiaan itu resmi berlayar menuju Gaza dengan kapal terakhir Global Sumud Flotilla.

Wanda yang sempat hampir gagal masuk daftar delegasi, akhirnya mendapat kursi di kapal Kaiser yang berangkat dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, Selasa (16/9/2025) pukul 21.40 waktu setempat.

# Baca Juga :Harga Emas Antam Meledak! Pecah Rekor Lagi, Sentuh Rp 2,1 Juta per Gram

# Baca Juga :EKUADOR RUSUH! Subsidi BBM Dihapus, Rakyat Turun ke Jalan, Negara Darurat!

# Baca Juga :WOW! Honda WN7 Resmi Meluncur: Motor Listrik Naked Rp 290 Juta dengan Tenaga Setara 600cc!

# Baca Juga :AKHIRNYA APPLE JUJUR! Akui Baterai iPhone Bisa Boros Usai Update iOS 26

Dengan bendera Merah Putih di tangan, Wanda mengucap syukur penuh haru:

“Indonesia, alhamdulillah insyaallah bismillah kita akan berlayar menuju Gaza.”

Satu-satunya Perempuan di Kapal

Wanda Hamidah menjadi satu-satunya perempuan di kapal Kaiser, berlayar bersama delegasi Aljazair dan Tunisia. Perjuangan Wanda sebelumnya tak mudah—bahkan ia sempat menyebut betapa sulitnya mempertahankan nama di daftar delegasi, sementara banyak perwakilan dari negara lain sudah pulang.

Namun, keteguhannya membuat Indonesia tetap punya perwakilan hingga kapal terakhir.

Perpisahan Haru dengan Chiki Fawzi

Momen keberangkatan Wanda diiringi tangis haru sahabatnya, Chiki Fawzi, yang ikut melepasnya di pelabuhan.

“Bismillah, Allah jaga kak @wandahamidahbsa 🥹🤍🇵🇸 … jadi satu-satunya perempuan di kapal. Kita ikut jaga dan dampingi yuk!!” tulis Chiki di Instagram.

Ia bahkan menyebut Wanda bukan hanya aktivis, tapi juga ibu hebat bagi keempat anaknya yang kini menjadi saksi perjuangan sang ibu demi Palestina.

Kapal Terakhir Menuju Gaza

Muhammad Husein dari Indonesia Global Peace Convoy mengonfirmasi bahwa kapal Kaiser adalah armada terakhir yang dilepas dari Tunisia. Nantinya, kapal ini akan bergabung dengan flotilla lain di titik perairan internasional sebelum menuju Gaza.

“Kalau ini akan menjadi kapal terakhir yang akan dilepas dari perairan Sidi Bou Said, Tunisia,” ujar Husein.