Dijelaskannya, pengembangan posyandu ke arah integrasi layanan lintas sektor menjadi bagian dari transformasi layanan dasar yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Sehingga posyandu harus menjadi simpul pelayanan terpadu yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat secara langsung dan berkesinambungan.
“Posyandu kini bukan lagi sekadar tempat menimbang balita atau memberikan imunisasi, tetapi menjadi pusat layanan terpadu yang lebih komprehensif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Bupati juga meminta seluruh kader posyandu mendukung kembali dalam upaya menurunkan stunting yang kini mengalami kenaikan 5 persen.
“Oleh karena itu kami mohon dukungan dan bantuan dari kader posyandu dalam upaya untuk kembali menurunkan angka stunting tersebut,” mintanya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







