Djamari Chaniago Diminta Tinggalkan Pensiun, Prabowo Angkat Jadi Menko Polkam dan Jenderal Kehormatan

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Teka-teki siapa pengganti Budi Gunawan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) akhirnya terjawab. Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Djamari Chaniago, purnawirawan TNI, sebagai Menko Polkam pada Rabu (17/9/2025).

Prabowo bahkan meminta Djamari, yang seharusnya sudah menikmati masa pensiun, untuk kembali mengabdi.

# Baca Juga :KPK Tegur Ustaz Khalid Basalamah Soal Pengembalian Uang Kasus Korupsi Kuota Haji

# Baca Juga :HEBOH DI SENAYAN! Legislator Dukung Aturan 1 Orang 1 Akun Medsos Demi Lawan Hoaks yang Ancam Demokrasi

# Baca Juga :Hadiah Rp 92 Juta! ZINC Trail Run 2025 Siap Panaskan Pantai Pandawa Bali, Ayo Pelari Banua Ikut!

# Baca Juga :POLEMIK Jabatan Ganda Erick Thohir Usai Jadi Menpora: Tetap Ketua PSSI, Kursi Menteri BUMN Kosong

“Saya atas nama negara dan bangsa masih minta kerelaan saudara untuk berbakti, walaupun sudah berhak istirahat sebagai warga negara,” ujar Prabowo dalam siaran pers Sekretariat Presiden.

Sebagai bentuk penghormatan, Prabowo juga menyematkan pangkat Jenderal TNI Kehormatan kepada Djamari.

Rapat Perdana Usai Dilantik

Tidak menunggu lama, usai dilantik, Djamari langsung tancap gas. Malam harinya, ia menggelar rapat internal perdana di kantor Kemenko Polkam.

Dalam rapat yang berlangsung hingga sekitar pukul 20.08 WIB itu, ia membahas penguatan koordinasi antar-kementerian serta evaluasi enam desk di Kemenko Polkam, termasuk desk keamanan.

“Kami coba bahas efektivitasnya, apakah perlu diperkuat atau disesuaikan,” ungkap Djamari usai rapat.

Prabowo Singkirkan Dendam Lama

Keputusan Presiden Prabowo memilih Djamari sebagai Menko Polkam dipandang sarat makna. Pasalnya, pada tahun 1998, Djamari pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang merekomendasikan pemecatan Prabowo dari militer.

Menurut peneliti Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS), Edna Caroline Pattisina, hal ini membuktikan bahwa Prabowo bukan sosok pendendam.