“Presiden Prabowo tetap merujuk pada pengalaman dan kedekatan personal masa lalu, bukan dendam,” jelas Edna.
Kedekatan itu memang sudah terjalin lama. Saat masih di Akabri, Djamari yang merupakan angkatan 1971 pernah menjadi komandan sekaligus pengasuh angkatan di bawahnya, termasuk Prabowo (Akabri 1973 yang kemudian bergabung dengan angkatan 1974).
Lingkaran Lama, Mindset Sama
Edna juga menyoroti bahwa lingkaran politik dan keamanan saat ini banyak dihuni figur-figur lama dengan latar belakang militer 70-an. Ada nama Prabowo, Djamari, hingga Sjafrie Sjamsoeddin yang pernah seangkatan.
“Dengan kultur dan mindset yang sama, kemungkinan besar tidak ada suara berbeda dalam kebijakan Polkam. Apalagi faktor senioritas sangat kental dalam tradisi militer,” kata Edna.
Jabatan Jenderal Kehormatan yang disematkan Prabowo disebut memperkuat posisi Djamari sebagai koordinator yang membawahi TNI, Polri, hingga Kementerian Pertahanan.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







