Pemprov Kalsel melalui Dinas Kominfo juga menegaskan komitmennya menjaga iklim kebebasan pers. Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Kalsel, Chairun Ni’mah mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar capaian ini terus meningkat.
“Ada hal-hal yang memang harus kita jalani, harus kita jangkau dan harus kita lalui dengan berbagai strategi,” katanya.
Dia memaparkan, grafik nilai IKP Kalsel di tiga tahun terakhir selalu meningkat. Tahun 2022: 78.58%, tahun 2023: 80.13%, dan tahun 2024: 80.91% sekaligus menempati peringkat pertama dengan IKP tertinggi nasional.
Chairun menambahkan, raihan angka itu dipengaruhi oleh nilai variabel kondisi lingkungan fisik dan politik yang meningkat sebanyak +2.90, namun ada pengurangan pada Lingkungan Ekonomi -1.12 dan lingkungan hukum -1.59.
Selain indikator pendidikan insan pers yang tinggi, Kalsel turut memperoleh nilai besar dalam beberapa aspek seperti Kebebasan Media Alternatif (86.67%), Kebebasan Berserikat (85.17%), dan Keragaman Pandangan (85.17%).
Di samping itu, faktor kunci kebebasan pers di Kalsel antara lain kemitraan pemerintah daerah dengan media massa, keterbukaan informasi publik, kebijakan perlindungan pers, dan ekosistem jurnalisme sehat.
“Pemerintah memfasilitasi kerja-kerja jurnalis. Tapi untuk menjaga indeks ini, semua pihak perlu bergandengan tangan pemerintah, media, dan masyarakat,” jelasnya.







