Kompolnas & Komnas HAM Apresiasi Polri Gandeng Lembaga HAM Buru Orang Hilang Usai Demo Jakarta

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Langkah Polri menggandeng Komnas HAM, Kompolnas, hingga KontraS untuk menelusuri kasus orang diduga hilang pasca-kerusuhan di Jakarta disambut positif. Kolaborasi ini dinilai menjadi terobosan penting demi memastikan transparansi, akuntabilitas, sekaligus pemenuhan hak asasi manusia.

Kompolnas: Wujud Transparansi & Akuntabilitas

# Baca Juga :BREAKING NEWS! Ribuan Ojol Kepung Jakarta, Ini Titik Lokasi Demo 17 September 2025

# Baca Juga :Kerusuhan Aksi Demo di Bali, 14 Orang Jadi Tersangka dan 13 Polisi Terluka

# Baca Juga :Antisipasi Demo Anarkis Pasca Putusan MK, Polres Barito Utara Simulasikan Pengendalian Massa Rusuh

# Baca Juga :GEGER DI AUSTRALIA! Demo Nasional Lawan Korupsi & Rasisme Guncang 12 Kota Besar

Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam (Cak Anam), menyebut inisiatif Polri tersebut adalah langkah maju.

“Itu semangat yang bagus, ada aspek transparansi dan akuntabilitas yang penting. Dengan sinergi ini, proses penanganan akan lebih jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Cak Anam, Kamis (18/9/2025).

Ia menambahkan, sejak awal Kompolnas sudah berkomunikasi dengan KontraS terkait laporan orang hilang. Kolaborasi lintas lembaga, menurutnya, menjadi kunci mengungkap kejelasan kasus yang menyita perhatian publik ini.

Komnas HAM: Ide Bagus, Akan Dibahas Bersama

Senada dengan itu, Komisioner Komnas HAM bidang Pemantauan dan Penyelidikan, Saurlin P. Siagian, menilai rencana Polri patut diapresiasi.

“Secara pribadi ide ini bagus. Tapi saya perlu membicarakannya dulu dengan komisioner lain agar sikap resmi Komnas HAM bisa diputuskan bersama,” kata Saurlin.

Polri Buka Posko Orang Hilang & Gandeng KontraS

Sebelumnya, KontraS melaporkan tiga orang diduga hilang pasca-kerusuhan di Jakarta. Polri pun bergerak cepat dengan membuka posko pelaporan orang hilang di Polda Metro Jaya.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan pihaknya tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga melakukan jemput bola.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Kami ingin setiap informasi dikoordinasikan agar pencarian lebih signifikan. Kami juga berempati kepada keluarga korban yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya,” kata Trunoyudo.