Smotrich dan sejumlah pejabat pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berulang kali menyerukan pencaplokan Tepi Barat, yang menurut pengkritik akan menutup peluang solusi dua negara.
Sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sedikitnya 1.022 warga Palestina tewas dan lebih dari 7.000 terluka di Tepi Barat akibat serangan pasukan Israel dan pemukim ilegal.
Pejabat Palestina menilai kampanye kekerasan tersebut bertujuan mengusir warga dari tanah mereka sehingga solusi dua negara sulit diwujudkan.
Pada Juli lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) mengeluarkan putusan bersejarah yang menyatakan pendudukan Israel di wilayah Palestina ilegal serta menuntut evakuasi seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Sumber: Anadolu










