Warga Gaza Terjebak Dikepung Tank Israel, Korban Tewas Tembus 65 Ribu Jiwa

GAZA, Kalimantanlive.com – Asap tebal kembali menyelimuti langit Gaza City pada Rabu (17/9) ketika tank-tank Israel, didukung tembakan artileri dan serangan udara, merangsek lebih jauh ke jantung kota. Serangan darat besar-besaran ini membuat ribuan warga sipil terdesak pada pilihan hidup atau mati di tengah pengepungan.

Sebelum operasi dimulai, militer Israel menyebarkan pamflet yang mendesak warga untuk mengungsi ke selatan, menyebut Gaza City sebagai “zona pertempuran brutal”. Namun, bagi banyak warga, rute evakuasi justru dipenuhi risiko.

BACA JUGA: Kemlu RI: Temuan PBB soal Genosida di Gaza Momentum Tuntut Akuntabilitas Israel

“Kami pikir bagian barat Gaza aman, tapi pengeboman mengikuti kami ke mana-mana. Tidak ada lagi tempat yang aman,” kata Mahmoud al-Zard, warga berusia 45 tahun yang mengungsi bersama lima anaknya.

Jalanan Gaza berubah menjadi konvoi putus asa. Keluarga-keluarga menumpuk di mobil, truk, hingga kereta keledai. Namun, perjalanan evakuasi pun berujung tragedi.

Serangan drone Israel pada Rabu menghantam kendaraan keluarga pengungsi di dekat Rumah Sakit Al-Shifa, menewaskan sedikitnya 13 orang. Sehari sebelumnya, serangan serupa juga menewaskan lima orang.

Otoritas kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 98 orang tewas dalam 24 jam terakhir, sehingga total korban jiwa sejak konflik pecah mencapai 65.062 orang, sementara korban luka tercatat 165.697 orang. Situasi ini kian diperburuk dengan kondisi rumah sakit yang kewalahan menghadapi lonjakan korban.