KALIMANTANLIVE.COM – Dunia olahraga yang selama ini cenderung bungkam, kini makin lantang menyerukan boikot terhadap Israel. Agresi brutal Israel ke Palestina, yang menewaskan puluhan ribu warga sipil termasuk anak-anak, membuat banyak tokoh olahraga dunia bersuara keras.
Selama hampir dua tahun, genosida di Gaza terus berlangsung. Ribuan nyawa melayang, jutaan orang kelaparan akibat blokade, sementara organisasi olahraga internasional seperti FIFA dan IOC tetap mengizinkan Israel tampil di panggung dunia. Ironisnya, Rusia langsung dibekukan saat menyerang Ukraina pada 2022, sehingga kritik soal standar ganda pun makin keras.
# Baca Juga :Anggota DPRD Gorontalo Wahyudin Moridu Koar-koar Mau Rampok Uang Negara, Berdalih Lagi Mabuk
# Baca Juga :HINA DAYAK! Kasus Rizky Kabah Naik Penyidikan: Polisi Siap Jemput Paksa Jika Mangkir!
# Baca Juga :Harga Emas Antam Tembus Langit! Pecah Rekor Lagi di Rp 2,1 Juta/Gram
# Baca Juga :Resmi! Daftar Long Weekend 2026, Libur Keagamaan Paling Mendominasi
Tokoh & Tim Olahraga Dunia Angkat Suara
Gary Lineker terus mengecam Israel meski harus kehilangan pekerjaannya di BBC.
Eric Cantona menyindir FIFA: “Empat hari setelah Rusia menyerang Ukraina, Rusia diboikot. Kini sudah 716 hari Israel membantai Palestina, tapi tetap dibiarkan berlaga. Mengapa standar ganda?”
Timnas Spanyol dikabarkan siap mundur dari Piala Dunia 2026 jika Israel diloloskan.
Basket Irlandia memilih mundur dari kualifikasi Eurobasket ketimbang bertanding melawan Israel.
Lewis Hamilton mendesak akses bantuan ke Gaza dibuka agar anak-anak tak terus kelaparan.
Gelombang Boikot di Berbagai Ajang
Vuelta a Espana 2025 diguncang demo besar pro-Palestina. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, bahkan ikut mendukung.







