SAMPIT, Kalimantanlive.com – Suasana rapat koodinasi atau Rakor Optimalisasi Pendapatan Daerah yang digelar di Gedung Serba Guna Sampit, Kalteng, Jumat (19/9/2025) malam mendadak hening saat Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran berbicara di podium.
Orang nomor satu di Provinsi Kalteng ini melakukan rapat kerja di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, selama tiga hari dengan melakukan berbagai agenda di Bumi Habaring Hurung tersebut.
Saat menghadiri rakor optimalisasi pendapatan daerah (PAD) yang mengundang semua pimpinan perusahaan besar swasta atau PBS Sawit dan Perusahaan Tambang.
Kegiatan itu juga dihadiri, Bupati Kotim H Halikinor dan Wakil Bupati Irawati serta para pejabat di Lingkungan Pemkab Kotim, Pemkab Seruyan dan Pemprov Kalteng.
Namun, tidak semua direktur perusahaan yang hadir, malah banyak diwakilkan oleh orang yang tidak bisa mengambil keputusan dalam perusahaan.
Ini membuat Gubernur Agustiar Sabran marah besar sehingga meminta perwakilan perusahaan yang hadir untuk keluar ruangan rapat yang digelar Pemkab Kotim tersebut.
Pantauan dalam pertemuan tersebut nampak ada belasan perwakilan perusahaan yang hadir dalam kegiatan tersebut berjalan menuju keluar pintu gedung setelah adanya perintah Gubernur Agustiar Sabran yang meminta mereka keluar.
“Saya minta bagi perusahaan yang direkturnya tidak hadir dalam pertemuan ini dan diwakilkan, untuk keluar dari ruangan ini,” tegasnya.
Agustiar Sabran menjelaskan, dia terpaksa mengambil tindakan tersebut karena selama ini, saat direktur perusahaan diundang untuk rapat tidak pernah hadir, jikapun hadir jumlahnya sangat kecil.
“Dalam rapat ini saja, saya lihat direktur yang hadir hanya 6 perusahaan dari 65 perusahaan yang diundang, sebenarnya saya malas menyampaikan hal ini,” ucapnya.
Ditegaskannya, dia mengundang Rakor Direktur perusahaan agar bisa mengambil kebijakan terkait optimalisasi pendapatan daerah tersebut.
Menurut dia, jika yang hadir dalam rakor tersebut hanya perwakilan perusahaan saja tentu tidak bisa ambil keputusan.
Lebih jauh dia mengungkapkan, ketidakhadiran direktur dari perusahaan itu sama saja tidak menghormatinya sebagai Gubernur Kalteng yang langsung datang dalam pertemuan tersebut.







