JAKARTA, Kalimantanlive.com – Membeli mobil bekas bisa jadi tantangan tersendiri, terutama bagi perempuan yang belum akrab dengan dunia otomotif.
Tanpa pengetahuan yang cukup, calon pembeli rentan menghadapi risiko ditipu pedagang nakal dengan harga maupun kondisi kendaraan yang tidak sesuai.
BACA JUGA: Penjualan Mobil Agustus 2025 Naik Tipis, GIIAS Dorong Antusiasme Pasar
Kepala Divisi Marketing OLXmobbi, Catherine Jennie, menekankan pentingnya perempuan memahami aspek keamanan dan kenyamanan sebelum memutuskan membeli mobil bekas.
“Kebutuhan wanita biasanya untuk aktivitas harian, seperti berbelanja, mengantar anak, hingga faktor keamanan ketika berkendara sendiri,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/9).
Jennie mengingatkan agar calon pembeli memperhatikan sejumlah fitur penting, mulai dari lampu indikator airbag, ABS, dan temperatur mesin, hingga sensor keselamatan seperti Blind Spot Monitoring (BSM) dan Rear Cross Traffic Alert (RCTA). Indikator yang tidak berfungsi normal bisa menjadi tanda kerusakan serius.
Bagi ibu yang sering membawa anak dengan car seat, kondisi pengait ISOFIX atau LATCH juga perlu dicek. Selain itu, pastikan sabuk pengaman berfungsi baik di seluruh kursi, terutama di bagian belakang.









